Rabu, 18 November 2020

MENJAGA ASA DIMASA KORONA


Memaksimalkan PJJ dengan Whatsapp Terpadu

        
 Ketika Nadiem Makarim mulai menduduki jabatan Menteri Pendidikan dalam Kabinet Presiden Joko Widodo, banyak yang memprediksikan bahwa pendidikan kita akan dibawa menuju sistem aplikasi teknologi seperti Gojek, yaitu industri transportasi berbasis teknologi sebagai unicorn nomor satu di Indonesia milik "Mas Menteri"

Tanpa disangka Pandemi Covid-19 merebak mulai bulan Desember 2019 di Wuhan China, yang merambah hampir di seluruh dunia dan juga di Indonesia.  Keputusan yang diambil oleh Menteri Pendidikan mulai tanggal 17 Maret 2020, adalah pembelajaran diselenggarakan dari rumah, baik  secara daring (dalam jaringan) maupun luar luring (luar jaringan). Tantangan pendidikan berteknologi dimulai, akankah pendidikan online atau e-Learning kita juga akan sukses seperti Gojek?

Tidak pernah saya bayangkan dalam era saya sebagai guru, melaksanakan  pembelajaran dari rumah atau e-Learning, yang kita sebut juga sebagai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) seperti sekarang ini.  Pelaksanaan Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran Jarak Jauh akankah  tetap memberi ruang ketercapaian dalam menanamkan keterampilan abad 21 yaitu 4C, Creativity (kreativitas), Critical Thinking (berpikir kritis), and Collaboration (kerjasama)

Berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan tanggal 20 Agustus 2020, Satuan Pendidikan diberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan kurikulumnya, sesuai dengan kebutuhan peserta didiknya. Ada tiga pilihan dalam PJJ, tetap menggunakan Kurikulum Nasional, menggunakan kurikulum darurat, atau melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

Disisi lain Guru juga mengubah cara pandang penggunaaan teknologi komunikasi ponsel, baik bagi dirinya sendiri, maupun kepada peserta didik. Jika dalam pembelajaran tatap muka, dalam hampir semua aktivitas melarang peserta didik  menggunakan ponsel pada waktu belajar di kelas. Kini PJJ akhirnya berbalik arah dengan  mewajibkan semua peserta didik menggunakannya, mulai dari sekolah taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

Hampir semua sekolah dan semua pelajaran menggunakan group kelas  WhatsApp, meskipun aplikasi lainnya tetap dipergunakan. WhatsApp  menjadi ruang kelas virtual, untuk bertemu sebelum menuju ke aktivitas lainnya. Tapi masih banyak yang belum menggunakannya secara maksimal. Bahkan ada yang mengatakan, “kalau hanya pakai WhatsApp takkan bisa menilai aktivitas siswa”. Apa betul begitu ?

Bagaimana memaksimalkan Pembelajaran Jarak Jauh? Saya mulai dengan aktivitas setiap pagi, mulai masuk ruang kelas WhatsApp, mengucapkan salam selamat pagi, menanyakan kondisi siswa untuk mulai belajar, menugaskan membaca materi di buku referensi, atau menyimak tayangan di blog dan youtube.

Dilanjutkan dengan diskusi dalam kelas WhatsApp, dan memberi penilaian aktivitas siswa.  Siswa selalu dipantau dalam diskusi kelas, setiap 15 menit atau setiap diberi pertanyaan merupakan suatu kewajiban untuk mengingatkan bahwa siswa belum waktunya meninggalkan group. Memberi nilai aktivitas siswa mulai dari kehadiran, menjawab pertanyaan, sehingga setiap pertemuan bisa memberi nilai skor aktivitas siswa.  

Pembelajaran Jarak Jauh atau e-Learning dengan media WhatsApp mengubah fungsi WhatsApp tidak hanya sebagai media informasi (sharing information) tetapi juga menjadi suatu aplikasi yang terpadu (integrated application). Keterpaduan WhatsApp dalam berbagai konten, mulai dari :

  1. Fasilitas chat, konten yang digunakan diskusi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa dalam satu kelas, 
  2. Fasilitas share dokumen, konten yang membantu siswa dalam satu kelas untuk mengirim dan berbagi dokumen atau file, 
  3. Fasilitas kamera/galeri, konten yang membantu siswa mengirim foto, video, dalam segala bentuk kegiatan, 
  4. Fasilitas audio, konten yang digunakan untuk membagi file yang berbentuk suara, dan 
  5. Fasilitas Youtube Video Box, konten yang dipergunakan untuk sharing video.

       Konsep WhatsApp terpadu pengertianya adalah, WhatsApp sebagai based PJJ mengandeng aplikasi lain untuk memecahkan permasalahan dalam PJJ.  Untuk  mendapatkan persentase kehadiran berdasarkan absensi digabungkan dengan Google Form dan Excel, untuk melaksanakan proses belajar digabungkan dengan  Google Classroom, Youtube, Powerpoint, untuk penilaian aktivitas belajar digabungkan dengan  Excel, dan untuk penilaian hasil belajar (tugas dan ulangan) digabungkan dengan Google Form dan Excel.


  
                          
          Keterpaduan aplikasi tersebut untuk mendapatkan  hasil yang semaksimal mungkin dan paling mendekati  proses pembelajaran tatap muka, dengan cara  guru merekam video bahasan materi pelajarannya dan membagikan link video nya melalui WhatsApp. Seorang guru sejati tidak akan terbatas ruang dan waktu dalam memberi cahaya terang pengetahuannya kepada para siswanya. Meskipun dalam keterbatasan,  tetap berupaya menyampaikan materi pelajaran seperti  video berikut ini.


         Setiap aktivitas dalam group kelas di WhatsApp dapat dibuatkan suatu kesepakatan tentang kehadiran siswa dalam sheet absensi daring di Microsoft Excel.  Jika siswa hadir diberi kode hadir, siswa menjawab atau menanggapi satu pertanyaan diberi kode aktif, dan jika lebih dari satu pertanyaan diberi kode bagus. Absensi yang lain juga diberikan, ijin (i), sakit (s), alpa (a), dan tambahan jika tidak punya kuota internet (k), atau ponselnya rusak atau masih dipakai orang tuanya (h). Setiap kehadiran dalam PJJ dihubungkan dengan skor pada sheet Aktivitas Siswa. Perhatikanlah gambar di bawah ini.

Sheet Kehadiran PJJ
     Berdasarkan penilaian aktivitas tersebut, daya serap aktivitas setiap PJJ dapat dilaporkan sesuai format yang diberikan. Setiap pertemuan untuk satu Kompetensi Dasar juga merupakan nilai aktivitas siswa yang bisa langsung terhubung dengan sheet nilai pengetahuan dan keterampilan, sebagai rekap nilai  akhir semester. Lihatlah gambar berikut ini.

 
 Agar lebih jelas, mari saksikan tayangan video berikut ini.

       
    Jika dalam penilaian aktivitas belajar siswa sangat rendah, karena siswa jarang hadir atau mengerjakan tugas, maka  guru mata pelajaran bersama dengan guru BK juga wajib mengadakan kunjungan rumah dan memberi bantuan dalam  mengatasi permasalahan siswa.

        Harapan semua guru dan pendidik, PJJ tetap dapat terlaksana dengan sebaik mungkin, apapun media yang dipergunakan, di manapun guru dan siswa berada, proses pembelajaran tetap berlangsung. Sebagai penutup tulisan ini, semoga Pandemi Covid-19 cepat berlalu, sehingga kita bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka secara normal kembali.


______________________________________

REFERENSI

Baskoro Hadi, Pembelajaran Berbasis Blended Learning. https://www.neliti.com/id/publications/171673/pemanfaatan-aplikasi-whatsapp-pada-pembelajaran-berbasis-blended-learning-di-smk, 28 Nopember 2015.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Kemdikbus Terbitkan Kurikulum Darurat pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/08/kemendikbud-terbitkan-kurikulum-darurat-pada-satuan-pendidikan-dalam-kondisi-khusus. 07 Agustus 2020.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Kemdikbud Terbitkan Pedoman Pembelajaran dari Rumah. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/05. 29 Mei 2020.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Surat Edaran No. 15 Tahun 2020, Tentang Pedoman Penyelanggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Virus D/Seas (Covid-19). 18 Mei 2020.

Wikipedia Indonesia, Nadiem Makarim, https://id.wikipedia.org/wiki/Nadiem_Makarim, 26 Oktober 2020.





 


2 komentar:

  1. WhatsApp aplikasi trend di kalangan anak-anak sampai dewasa. Sehingga mudah digunakan untuk Komunikasi jarak jauh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang betul dijadikan landasan dlm PBM daring, ibaratkan ruang kelas, sebelum beranjak ke lab, perpustakaan, atau melihat tayangan di layar... menggunakannya secara maksimal terutama dalam penilaian hasil belajar, sangat penting dan perlu keterpaduan...

      Hapus

Antologi Pengajar Praktik Guru Penggerak

  LANGKAH KECILKU BERGERAK MENUJU TRANSFORMASI PENDIDIKAN (Antologi Seorang Pengajar Praktik Angkatan-3) Perkenalkan saya adalah seorang...